Sabtu, 24 Mei 2014

Pembelajaran dari pak sopir





Pembelajaran dari pak sopir



Hari ini, adalah hari ke 801 secara kasar perhitunganku dari hari-hari dimana saya pergi ke tempat kerja. Dan di hari ke 801 ini aku boleh ‘dipertemukan’ dengan seorang sopir yang punya hikmat di atas rata-rata. Saya bisa katakan dia punya hikmat yang ‘mengagumkan’ dan aku belajar dari percakapan dengannya tadi pagi. Kalau bisa saya simpulkan inilah kesaksian imannya kepada Tuhan. rejeki itu diberikan Tuhan, jangan pernah menyerah atau berhenti bekerja sekalipun hari libur, penumpang kurang karena yang namanya rejeki itu sudah diatur Tuhan. jangan stres dan putus asa dengan situasi karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di depan kita. Jangan pernah menyerah, jangan berhenti bekerja karena Tuhan sudah menyediakan berkat itu dan kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan.
Saya jadi ingat dan sadar, dalam menghadapi pergumulan seberat apapun, menyangkut apapun. Dont give up, jangan pernah berhenti berjuang karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Firman Tuhan berkata sebab masa depanmu sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang. Tuhan ada bersama kita di hari kemarin, hari ini bahkan di hari esok. Jangan mundur, tetap maju dan perjuangkanlah hidupmu dan pengharapanmu kepada Dia yang berdaulat atas hidupmu.
Tuhan Yesus mengasihimu J
Bitung, 21 juni 2013

NOTHING USELESS



Kejadian pasal 1 ayat 6 – 26
NOTHING USELESS
Ketika saya merunut satu per satu ciptaan Tuhan dari yang pertama sampe yang terakhir, saya dapat kesimpulan bahwa : semua yang diciptakan Tuhan Allah itu mempunyai tujuan, dan setiap ciptaan dilengkapi dengan sebuah tujuan.
a.      Terang untuk memisahkan dari gelap.
b.      Cakrawala untuk memisahkan air dari air.
c.       Tanah untuk menumbuhkan tunas-tunad dan tumbuhan.
d.      Benda-benda penerang untuk memisahkan siang dari malam, untuk menunjukkan masa-masa dan hari-hari.
e.      Makhluk2 hidup (hewan) untuk berkeriapan dalam air, melintasi cakrawala.
f.        Manusia untuk berkuasa atas segala ciptaan Tuhan.
Tuhan puas dengan setiap ciptaanNya dan Ia memberkati itu.
Seringkali kita mendengar atau melihat kejadian di Tv, banyak orang berani ‘mati’ saat ini daripada berani hidup. Tidak sedikit kasus bunuh diri marak di zaman kita sekarang. makanya saya katakan di zaman ini banyak orang berani mati karena merasa gagal dalam hidupnya dan merasa tidak berarti lagi di dunia ini. mereka melupakan tujuan hidupnya, atau lebih malang lagi mereka tidak tahu tujuan hidupya karena tidak mau percaya bahwa Tuhan itu ada dan Tuhan itu jugalah yang menciptakannya.
Bicara soal tujuan hidup, saya mengambil resensi dari buku the purpose driven life, ( kehidupan yang digerakkan oleh tujuan) karangan Rick Warren.
Anda tidak bisa mencapai tujuan hidup anda bila memulainya dengan berpusat pada diri sendiri. Anda harus mengawalinya dengan Allah, Pencipta anda.
Anda ada hanya karena Allah menghendaki anda ada.
Anda diciptakan oleh Allah dan untuk Allah, dan...sebelum anda memahaminya, kehidupan tidak akan pernah bisa dipahami.
Hanya di dalam Allahlah kita menemukan asal-usul kita, identitas kita, makna kita, tujuan kita, pentingnya kita, dan masa depan kita. Setiap jalan lain membawa kepada jalan buntu.

Tujuan hidup:
supaya kita mengerti apa tujuan hidup kita dan kita mengerti apa maksud Tuhan menciptakan kita dan supaya kita hidup sesuai dengan tujuan hidup yang Tuhan mau.

SUNSHINE



Review kembali study bible n this one of my promise to mbak megha hehe, thank you mbak megh engkau selalu terkenang setiap diriku baca kitab kejadian, teringat janjiku padamu mau sharing rhema firman hahaha.
Puji Tuhan ini waktunya...

Kejadian pasal 1 ayat 1 – 5
SUNSHINE
Firman Allah yang pertama keluar: “JADILAH TERANG’. Teringat perkataan Tuhan Yesus di PB  matius 5: 14-16 kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Saya kemudian menghubungkan kedua hal kata TERANG ini.
Kalau bumi ini sudah diciptakan dengan segala isinya tapi tidak ada TERANG, maka yang ada hanyalah k.e.g.e.l.a.p.a.n.... apa yang menarik dari kegelapan??? Yang ada hanyalah kehampaan, ketakutan, kesuraman, tidak ada yang menarik dan intinya tidak ada keindahan yang bisa disaksikan dan dinyatakan dan dimuliakan. Tidak memancarkan kemuliaan pekerjaan tangan Tuhan.
Demikian juga, ketika anak-anak Tuhan tidak bisa menjadi TERANG bagi dunia saat ini, maka yang ada hanyalah kegelapan yang menguasai bumi dan isinya.
Ini kalimat dari buku seri selamat Andar Ismail ( Seri selamat Melayani Tuhan, page 132 )
Sinar sebatang lilin biasa-biasa saja. Cahayanya kecil. Tetapi ia bersinar dengan setia. Diam-diam, tanpa gembar-gembor, lilin itu memenuhi perannya dengan setia: menjadi terang dan memberi terang.
Hidup sebagai anak-anak terang (efesus 5:8-10, 1 tes 5:4-5) maka kita memberi terang. Pelayanan kristiani yang paling dasar adalah hidup seperti lilin, yaitu menjadi terang dan dengan begitu memberi terang.
Kita sebagai anak-anak Tuhan hidup memberi terang untuk menerangi ‘kegelapan’ atau menelanjangi ‘kegelapan’ di tengah-tengah keadaan dunia yang semakin jahat.
Jadilah Terang yang sesungguhnya, its your destiny...the children of God.