Tampilkan postingan dengan label Faith^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faith^^. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 September 2015

Cause You...Yes You... You Are PrEciOus WoMan'


Hasil gambar untuk precious woman
'Precious Woman Need Stronger Heart'
Tulisan yang berasal dari pergumulan pribadi, biasanya merupakan satu kesaksian yang bisa saling menguatkan satu dengan yang lain, tanpa menonjolkan sisi kelemahan manapun dari seorang wanita, tulisan ini murni lahir dari situasi yang sedang berproses dan setiap wanita pasti pernah melaluinya...

Apa yang ada di benakmu girls, jika teman2 disekitarmu sudah pada punya pasangan, banyak juga yang sudah merried bahkan beberapa sudah menyandang status mommy & daddy… 
And…kamu masih sendiri dgn status tanpa pasangan…sepertinya nyesek yah berada pada situasi tsbt, ato bahkan terucap disitulah saya kadang merasa sedih…(hahaha)
Saya mungkin satu diantaranya..yang boleh mengalami masa penantian yang bisa dibilang cukup lama…namun, saya sadari bahwa kita tidak boleh lemah dalam situasi apapun juga…
Keadaan hidup setiap orang pasti berbeda-beda, dan kita gak usah putus asa jika keadaan kita berbeda, tak seindah dan secepat yang kita mau… untuk segala sesuatu pasti ada waktunya. There is a Reason.

Terpenting buat kamu saat ini untuk mempersiapkan dirimu dan hatimu…kamu sudah menemukan panggilanmu, kamu kini hanya perlu menguatkan hatimu dan tetap berpengharapan. Hiduplah sebaik mungkin dalam mengerjakan panggilan hidupmu.
Masa depan sudah kau genggam dalam tanganmu, kini sang waktu sedang berproses… Tuhan Allah Sang maestro kehidupan itu sendiri peduli akan hal ini…Dia Tuhan Yang Maha melihat, Dia begitu adil dalam segala jalanNya, Dia sangat memperhatikan umatNya.
Hana…satu diantara wanita yang hidup pada zamannya, dimana setiap wanita yang tidak bisa mengandung dan melahirkan anak, dianggap aib dalam masyarakatnya. Keadaan ini diperburuk dengan kehadiran istri muda yang mampu memberi keturunan dan meneruskan marga suaminya… hal ini membuat Hana merasa tidak berharga dan putus asa menjalani hidup, namun Dia datang kepada Tuhan Allah, Pencipta semesta, tanduk kekuatannya.

Hana menyadari siapa dia, keterbatasan dan kelemahannya…dia mengerti panggilan hidupnya menuju kepada Sang Ilahi, kehidupannya tidak terlepas dari keberadaan Tuhan yang berkuasa atas seisi bumi ini…Hana datang dan berlari, meminta dan berharap, menanti dan percaya...Tuhan Allah Sang Maestro kehidupan, memperhatikan umatnya. Keberadaannya yang amat kecil diantara ribuan manusia, tidak membuat mata Tuhan sibuk dan melangkahinya.
Kita bisa menjadi ‘Hana’ di zaman ini yang bisa hadir dalam situasi dan perjuangan hidup yang berbeda…namun marilah mengikuti teladan Hana…datang mendekat kepada Dia, Sang Raja Agung,Dia yang menciptakan alam semesta dan umat manusia.

Dia tidak akan terlalu sibuk dan melangkahi kita…wanita sebagai kaum yang lebih lemah, mendapat prioritas dan tempat tidak hanya di mataNya namun di hatiNya Tuhan.
Apapun pergumulanmu, kuatkanlah hatimu...karena kamu begitu berharga.

Oleh karena engkau (wanita) berharga di mataKu, dan mulia, dan AKU ini mengasihi engkau… (yesaya 43:4a)

Nb: Terimakasih utk seorang teman, yang telah memacu pengharapanku, sekalipun kalimat itu terucap sebagai canda tawa, saya memaknai sepositif mungkin...sehingga tulisan ini boleh ada.... semoga tulisan ini bisa menguatkan para precious woman dimanapun berada... SOLI DEO GLORIA

Sabtu, 31 Mei 2014

Don’t ever judge somebody even the angel can’t judge the evil.




Don’t ever judge somebody even the angel can’t judge the evil.
Hari ini setelah saya ‘jatuh’ lagi... saya teringat akan kata-kata yang keluar dari mulutku mengenai satu keluarga dalam gereja saya. Bisa meluncur dengan mudahnya, perkataanku yang menghakimi mereka dan besoknya saya jatuh dalam dosa.
Ini membuat aku tertampar oleh perkataanku sendiri. Pendosa kok menghakimi sesama pendosa?? Saya tidak kebal dengan dosa, melainkan saya masih jatuh bangun dalam dosa, masih berjuang untuk tidak jatuh lagi dalam kubangan yang sama berulang-ulang. Tetapi baru saja... aku naik ke atas, dengan mudahnya aku menghakimi sesamaku.  
Aku sok suci. Aku sok bersih. Aku lupaa selama hidup di dunia, selama rohku berdiam di tubuh fana ini, maka selama itu juga aku berjuang mengalahkan keinginanku yang sangat rentan dengan jatuh dalam pencobaan.
Iblis terus menerus mencobai manusia untuk melepaskan ‘kuda liar’dalam dirinya. Dan saat itu terlepas, terlambat untuk dikendalikan karena kita telah menjadi budak dari keliaran kita sendiri.
Saya ini mantan pendosa yang selama hidupnya terus berjuang untuk melepaskan diri dari rayuan dosa, melarikan diri sejauh-jauhnya dari jerat dosa. Itu dialami oleh semua orang percaya, kita adalah mantan pendosa yang sama-sama berjuang, jatuh bangun untuk tetap bertahan dalam kebenaran dan hidup berdasarkan kebenaranNya karena kita adalah anak-anak terang, kita telah dipindahkan dari kegelapan menuju terang yang sejati yaitu Yesus Kristus.
Layakkah aku menghakimi sesamaku? Meskipun mungkin aku yang benar?
even the angel can’t judge the evil.
Aku bisa seenaknya menyatakan mereka begini begitu, aku menuduh mereka tidak melakukan firman, sementara besoknya aku juga melakukan hal yang sama?
By Your mercy Oh Lord, forgive me...
Mulai hari ini aku tidak mau menghakimi orang lain karena aku pun bisa jatuh dalam dosa yang sama, karena aku tidaklah kebal dengan dosa, karena aku pun masih berjuang melawan keinginan liarku, kedaginganku...

Don’t ever judge somebody even the angel can’t judge the evil.




Don’t ever judge somebody even the angel can’t judge the evil.
Hari ini setelah saya ‘jatuh’ lagi... saya teringat akan kata-kata yang keluar dari mulutku mengenai satu keluarga dalam gereja saya. Bisa meluncur dengan mudahnya, perkataanku yang menghakimi mereka dan besoknya saya jatuh dalam dosa.
Ini membuat aku tertampar oleh perkataanku sendiri. Pendosa kok menghakimi sesama pendosa?? Saya tidak kebal dengan dosa, melainkan saya masih jatuh bangun dalam dosa, masih berjuang untuk tidak jatuh lagi dalam kubangan yang sama berulang-ulang. Tetapi baru saja... aku naik ke atas, dengan mudahnya aku menghakimi sesamaku.  
Aku sok suci. Aku sok bersih. Aku lupaa selama hidup di dunia, selama rohku berdiam di tubuh fana ini, maka selama itu juga aku berjuang mengalahkan keinginanku yang sangat rentan dengan jatuh dalam pencobaan.
Iblis terus menerus mencobai manusia untuk melepaskan ‘kuda liar’dalam dirinya. Dan saat itu terlepas, terlambat untuk dikendalikan karena kita telah menjadi budak dari keliaran kita sendiri.
Saya ini mantan pendosa yang selama hidupnya terus berjuang untuk melepaskan diri dari rayuan dosa, melarikan diri sejauh-jauhnya dari jerat dosa. Itu dialami oleh semua orang percaya, kita adalah mantan pendosa yang sama-sama berjuang, jatuh bangun untuk tetap bertahan dalam kebenaran dan hidup berdasarkan kebenaranNya karena kita adalah anak-anak terang, kita telah dipindahkan dari kegelapan menuju terang yang sejati yaitu Yesus Kristus.
Layakkah aku menghakimi sesamaku? Meskipun mungkin aku yang benar?
even the angel can’t judge the evil.
Aku bisa seenaknya menyatakan mereka begini begitu, aku menuduh mereka tidak melakukan firman, sementara besoknya aku juga melakukan hal yang sama?
By Your mercy Oh Lord, forgive me...
Mulai hari ini aku tidak mau menghakimi orang lain karena aku pun bisa jatuh dalam dosa yang sama, karena aku tidaklah kebal dengan dosa, karena aku pun masih berjuang melawan keinginan liarku, kedaginganku...

Senin, 26 Mei 2014

GUIDE YOUR HEART




GUIDE YOUR HEART
-JAGALAH HATIMU-
Syalom...
Dalam notes FB kali ini adalah hasil penelaah alkitab dari PA pemuda di gereja lokal saya berada. Ayat alkitab yang membimbing kami yaitu dalam Amsal 4 :23 ‘JAGALAH HATIMU DENGAN SEGALA KEWASPADAAN, KARENA DARI SITULAH TERPANCAR KEHIDUPAN’.

Berapa banyak dari kita yang berpikir soal menjaga hati ini adalah sesuatu yang urgent sifatnya? Ataukah sebagai anak muda kita hanya bermasalah dengan hati ketika ‘broked with his or her lover’?
Yah saya pribadi juga sebelumnya berpikir yah menjaga hati dari sakit hati ( yah itu benar tapi itu hanya superfisial saja alias hanya di kulit atau permukaan). 

HATI ADALAH SUMBER KEHIDUPAN ( itulah esensi, itulah kebenaran seutuhnya yang harus kita benar-benar pikirkan setiap saat, sumber kebenaran ialah Firman Tuhan, Tuhan yang mengadakan dan menciptakan kehidupan itu sendiri).

Seandainya saya lebih cepat mengetahui kebenaran ini, saya tentunya akan lebih berhati-hati dengan ‘hati’...
Dan saya pun memikirkannya, apakah setiap saat yang diserang adalah hati kita?? Hati mempengaruhi pikiran. Pikiran baik karena hati kita baik. Sebaliknya pikiran jahat karena hati kita jahat. Bagaimana dengan tidak mau mengampuni? Bagaimana dengan kepahitan terhadap orangtua, mantan pacar, teman-teman yang pernah melukai hati kita? Apakah salah, ketika pikiran kita negatif terhadap orang lain karena orang lain itu sudah terlebih dulu melukai hati kita?

Begitu pelik berbicara tentang hati ini, lebih kompleks dari penyakit diabetes ( fyi, 1diabetes dalam dunia medis diyakini sebagai ‘akar’ segala macam penyakit mulai dari gangguan ginjal, jantung, liver semua gangguan itu disadari adalah peranan penting dari diabetes). Sekedar intermezo saja teman2... tapi itu fakta.

Saya ingin mengutip renungan seorang penulis dari http: //indonesiaindonesia.com 2 Hati yang benar mendorong kita memikirkan hal-hal yang benar dan dorongan ini perlu diusahakan oleh kita sendiri melalui usaha nyata. Pikiran bekerja seperti komputer, di mana apa saja yang tersimpan di memori akan tetap ada sebelum digantikan data atau masukan informasi yang baru.

Oleh karena itu, membaca dan merenungkan firman Tuhan, membaca buku-buku rohani, memuji dan menyembah Tuhan, bersekutu dengan saudara seiman untuk membicarakan tentang kebenaran firman Tuhan perlu kita lakukan dengan usaha dan tindakan nyata secara berkelanjutan.

Mengapa? Supaya pikiran anda diperbaharui... dan pikiran lama anda digantikan dengan yang baru. Penulis percaya apabila kita telah memiliki hati yang benar di hadapan Allah dan pikiran kita telah diperbaharui sedemikian rupa sehingga pikiran-pikiran lama telah digantikan oleh pikiran Kristus maka hidup kita akan diubahkan hari demi hari.

DENGAN HATI DAN PIKIRAN SEPERTI KRISTUS, HIDUP KITA AKAN SEPERTI KRISTUS...
Oleh karena itu, prioritaskanlah dalam hidup untuk memperhatikan hati dan pikiran anda!

Apa saja hal-hal baru yang kami pelajari dari PA yang dibimbing oleh Pdt. Frangky Kalalo
1.       Kalau berbicara tentang hati, jelas ini berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam dari sekedar penglihatan mata atau pikiran. Dimana hati itu? Bukan organ hati yang dimaksud. Apa hati itu di pikiran? Tidak juga. Semua informasi yang datang diproses di otak dulu dari situ baru ada keputusan. Hati itu adalah tempat dimana semua yang masuk melalui otak itu diproses, dikelola sedemikian rupa dan keputusan itu semua ada di hati dan ternyata Raja Salomo katakan dalam  amsal 4:23 ‘JAGALAH HATIMU DENGAN SEGALA KEWASPADAAN, KARENA DARI SITULAH TERPANCAR KEHIDUPAN’. Mengapa hati harus dijaga? Karena dari hati terpancar kehidupan.
2.       Beberapa tokoh alkitab yang hebat-hebat yang disebut saja antara lain dari perjanjian lama : Abraham ( Bapa segala orang beriman), Musa ( Pemimpin besar bangsa Israel), Raja Daud ( dikenal sebagai seorang yang berkenan di hati Tuhan dan Raja paling hebat dari sejarah Israel), Raja Salomo ( Orang yang paling berhikmat di dunia), Yusuf ( dipakai Tuhan menjadi orang ke-2 paling berkuasa di Mesir) . Perjanjian baru: Simon Petrus ( pemimpin gereja mula-mula, dikenal sebagai pemimpin dari murid-murid pertama Yesus Kristus) Paulus ( seorang pengabar injil kelas ‘dunia’ dengan wilayah pelayanan terbesar).
-           Abraham yang dikenal sebagai Bapa segala orang beriman, pernah melakukan kesahalan fatal dengan tidak mengakui istrinya sendiri karena ia takut kecantikan istrinya itu akan membawa malapetaka bagi dia ( *kejadian 12:10-20 Abram di Mesir, kejadian 20 Abraham dan Abimelekh).
-          Musa adalah seorang yang lemah lembut dan bicaranya kalem sekali, tapi satu waktu dia pernah emosi dan marah, sehingga dia memukul 2 kali di atas gunung batu di horeb ( *keluaran 17 : 1-7 Di masa dan di meriba).
-          Raja paling hebat di Israel yaitu Daud, pernah tergoda dengan batsyeba ( istri dari ‘anak buahnya’) dan jatuh dalam dosa perzinahan.
-          Petrus yang gagah berani mengikut Yesus, tapi kemudian ia takut kemudian menyangkal Yesus.
3.       Semua tindakan dari orang – orang hebat ini dan orang-orang besar dalam alkitab ini, itu rata-rata kalau kita pelajari, kesalahan kelemahan yang terjadi karena masalah takut, khawatir, ragu-ragu, bimbang, marah, emosi semua itu berasal dari hati.

Otak itu fungsinya menurut teori  ada otak kanan dan otak kiri namun teori itu mulai dikritisi saat ini bahwa tidak demikian bahwa otak . Semua orang punya otak yang sama. Kapasitas dan fungsi otak sama antara satu orang dengan orang yang lain. Namun hanya satu yang membedakan yaitu HATI. Hati ini dipengaruhi oleh kebiasaan, budaya, pendidikan termasuk yang terutama adalah iman. Sampai dimana iman seseorang sampai disitu kualitasnya. Kualitas yang kita sebut karakter atau integritas.

Billy graham said : ‘ if you lose your health, but you can get it again’
‘you can lose your money, you can get it again’
‘But if you lose your integrity, you lose everything’
Anda boleh kehilangan kesehatan, boleh anda cari lagi dapat lagi, demikian dengan halnya uang boleh dicari lagi. Tapi kalau hilang integritas maka hilanglah semuanya. Integritas itu ada dimana? Integritas itu bermain di area yang namanya hati.

jadi Simon petrus menyangkal Yesus karena hati. Apakah simon petrus percaya pada Yesus? yakin pada Yesus? Tentu saja Petrus percaya dan yakin. Simon Petrus yang setiap hari berbicara dan mengikut Yesus kurang lebih selama 3 tahun itu memiliki kepercayaan yang tinggi pada Yesus, karena kalau tidak demikian mungkin saja ia sudah meninggalkan Yesus dan kembali pada pekerjaannya dulu sebagai nelayan dengan penghasilan yang cukup.
Yang jadi persoalannya, adalah antara kepercayaan dan hati dari Petrus terhadap Yesus tidak seimbang. Keyakinan di atas tapi hatinya ada di bawah.
Tuhan Yesus pernah bilang pada Petrus : Iblis sementara menuntut dan menampi engkau karena iblis berusaha menghancurkan engkau tapi jangan takut karena Aku sudah mendoakan kamu.
Juru syafaat kita adalah Yesus Kristus. kita berdoa kepada Allah Bapa di Sorga melalui Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah juru doa kita orang percaya. Sampai hari ini Ia berdoa untuk kita semua supaya kita dapat menjaga karakter masing-masing.

4.       Tempat dimana firman Tuhan itu hidup, pertama dia ada di dalam pikiran, diterima dulu melalui indra kita (pendengaran) tapi kemudian dikelola oleh hati kita.
Kalau orang sama dengan simon petrus, pertama dia masih  lebih bermain dominan di pikiran, pada waktu pencurahan Roh Kudus, pada waktu mereka memberitakan injil dia lebih banyak bermain di hati. semangat, sukacita, keyakinan makanya dalam ibrani pasal 11 dikatakan IMAN ADALAH DASAR DARI SEGALA SESUATU YANG KITA HARAPKAN DAN BUKTI DARI SEGALA SESUATU YANG TIDAK KITA LIHAT.
Pengharapan itu ada di hati bukan di pikiran. Domainnya hati itu berhubungan dengan iman kita, keyakinan kita.
Kalau otak kita 1 x 1, dia bermain di ranah logika. Hitung - hitungan matematika ada di pikiran, hitung-hitungan iman ada di hati.
Kembali ke pertanyaan awal, Mengapa kita harus menjaga hati? karena dari situlah terpancar kehidupan, kehidupan seperti apa? kehidupan yang seperti Tuhan Yesus kehendaki yaitu kehidupan yang berkemenangan.

Ijinkan saya menanyakan sesuatu kepada teman2, yang pernah ada dalam pikiran lama saya. apakah indikator kehidupan berkemenangan itu ditandai dengan punya banyak uang, banyak teman, pintar, terkenal, disukai semua orang, pekerjaan mapan dengan gaji menggiurkan, orangtua hebat dan memiliki penghasilan besar, terpandang, rumah mewah, punya mobil???

Kata orang2 di zaman ini hidup sukses adalah demikian. Kata orang di zaman ini, para pemenang adalah yang berhasil menguasai dunia dan meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.
Tapi kata Alkitab : “ orang yang paling hebat, pemimpin yang paling besar adalah yang menjadi hamba atau pelayan dari semuanya’

Masih ingatkah kalian, Yesus pernah berkata kepada seorang pemuda yang sangat kaya: ‘pergi dan jual semua hartamu kemudian ikutlah Aku maka kamu akan beroleh hidup yang kekal’. Tetapi kemudian kita tahu, bahwa anak muda itu sangat sedih dan pergi karena ia menyayangkan harta di dunia. Lebih baik seekor unta melewati lobang jarum daripada orang kaya masuk kerajaan sorga, kata Yesus.

Point yang ingin saya tekankan disini bukan untuk menghakimi orang kaya sukar masuk Surga. Tapi untuk mengkritisi bahwa hidup berkemenangan bukanlah suatu kehidupan yang berlimpah dengan materi dunia dan kemudahan-kemudahannya, akses yang diperoleh sehingga seolah-olah hidup berkemenangan itu adalah seperti berkendara di jalan tol yang tidak ada hambatan dan penghalang. Semua lancar, aman, mudah dan menyenangkan.

Tidakkah kita bisa melihat sedikit cuplikan hidup lewat media dari  orang-orang kaya, terkenal, artist dengan penghasilan selangit, most of them, banyak dari mereka tidak hidup berkemenangan pada akhirnya dan tidak memiliki hidup yang bahagia pada akhir hidupnya.
Banyak di antara mereka bunuh diri, mati sia-sia, keluarga hancur berantakan, single parent, terjerat hutang, kecanduan narkoba, pelarian di prostitusi, berakhir di penjara dan mati binasa di akhir hidupnya.
Semoga kita lebih bisa menyadari lagi esensi dari hidup yang berkemenangan di dalam Kristus Yesus!!

5.       Menaati peraturan persoalannya adala melakukan itu karn terpaksa atau ketaatan semua trgantung di hati. jadi disiplin dan taat aturan, bukan karena adanya hukum tapi karena kasih. Tuhan mengatur trg lewat disiplin rohani tindakan2 apa semua kita lakukan buahnya ada di galatia 5:20, 1 korintus 13 tentang kasih. Tuhan sementara traioning utk hidup dalam kerjaan Allah.






Bitung, 14 September 2013
Jane menulis...

Abraham n Family



Keluarga Abraham

Alkitab memulai sejarah penebusan umat manusia dari satu keluarga yang dipilih oleh Allah sendiri. Keluarga Abraham terkesan istimewa.
·         Apakah ini adalah keluarga yang sempurna?
·         Apa di dalam keluarga ini tidak ada konflik?
·         Apa kepala keluargan adalah sosok yang sempurna?
·         Apa kelemahan abraham?
·         Apa kelemahan sara?
·         Konflik batin apa yang dialami sara?
·         Konflik batin apa yang dialami abraham?
Itu mungkin beberapa pertanyaan yang muncul ketika membaca kisah abraham dan keluarganya. Salah satu konflik batin yang dialami abraham adalah Janji Allah berlawanan dengan kenyataan hidup yang dialaminya. Allah menjanjikan abraham menjadi bangsa yang besar, namun sampai detik Allah berjanji pun abraham tidak memiliki anak, sebagai pewaris keturunannya.
Tampaknya kenyataan hidup itu menutupi dan mengaburkan janji Allah yah? Namun pada akhir cerita kita mengetahui abraham memang menjadi bangsa yang besar.
Itu karena abraham percaya, meskipun tidak ada jaminan, tidak ada bukti. Namun abraham beriman kepada Tuhan.
Konflik yang dialami sara, istrinya yaitu sama, menunggu janji Allah digenapi. Di tengah pergunjingan orang-orang disekitarnya, tudingan-tudingan miring dan gosip dari para teman-temannya.
Apa yang dilakukan sara?? Ia menyerah pada situasi konflik dan menurunkan standar kepercayaan kepada Janji Allah. Ia mengikuti saran manusia ketimbang menanti janji Allah digenapi.
Ketidakpercayaan Sara membawa malapetaka sampai detik ini, perang antar 2 keturunan Abraham antara anak yang dijanji dengan anak dari Hagar.
Keluarga yang terpilih ini bukanlah keluarga yang sempurna, bukanlah pasangan suami istri yang sempurna. Tetapi Tuhan boleh memakai keluarga ini untuk menunjukkan kuasaNya yang besar, dan Tuhan memakai setiap kelemahan itu untuk membuktikan bahwa Tuhan menerima siapa saja, Tuhan memakai siapa saja untuk menyatakan kuasaNya. Dan bukanlah karena usaha dan perbuatan tangan manusia yang menentukan melainkan pekerjaan Allah sendirilah yang digenapi di tengah-tengah kelemahan manusia.
Percayalah kepada Allah, janjiNya pasti Ya dan Amin. Sekali Ia berjanji pasti digenapi, asal kita jangan seperti sara yang tidak percaya karena terlalu lama menunggu dan menurunkan standar imannya kepada Allah. Tetaplah percaya dan bertanggung jawablah menjalani hidup yang Tuhan beri hingga hari ini.
Tuhan memberkati...