Selasa, 05 Juni 2012

Through the books

Gelak tawa mengelilingi persahabatan kita sejak awal… dan aku sangat bersyukur mendapatkan Anugrah dari KRISTUS saat ku tahu Dia tak meninggalkanku sendirian dengan ‘panggilan hidup’ melayani Dia… Allahku bekerja dengan cara yang luar biasa… menembus ruang dan waktu,,melampaui akal dan pikiran manusia.. Bapa aku mengucap syukur atas berkat terindah dariMu… Engkau tidak pernah salah menempatkanku di market place saat ini, aku tidak sendiri karena Tuhan menjagaku dan menghadirkan ‘penolong’ yang satunya lagi…teman sekerja di ladang Tuhan,, menjangkau mimpi dan kerinduan kepada Raja dan Juruslamat kami… berlari pada VISI yang sama VISI yang untuk itu kami hadir di tengah-tengah dunia ini..VISI yang melahirkan Putri-Putri Tuhan…Tuhan mengambil rupa manusia dalam diri YESUS untuk VISI pendamaian dan penyelamatan… dan untuk VISI itu kami dipanggil dan untuk digenapi…How Amazing The Lord of Lord we have in CHRIST….
THROUGH THE BOOK’S….i will remember for over my life…our friendship in GOD starts from here…  apa yang kita tabur saat ini akan kita tuai di masa mendatang… kita akan menjadi PUTRI-PUTRI YERUSALEM yang sangat dikasihi dan berkenan pada Tuhan… kita akan bertemu dan berkumpul di Sorga nanti karena Allah menghendaki hal ini… Ia merangkul kita dalam kemuliaanNya dan nama kita akan tertulis di buku harian Sorga oleh darah Yesus….
THROUGH THE BOOK’S I REMEMBER YOU… THROUGH THE BOOK’S THE HOPE IS ARISE…
THROUGH THE BOOK’S I THANKFULL GOD… FOR OUR FRIENDSHIP…MAY GOD BLESS OUR FRIENDSHIP FOREVER…FOR GOD BE GLORIFIED…. I THANKFULL GOD FOR YOU MY BESTFRIEND RINA OLIVIA… PRAY FOR THE BEST IN YOUR GROWS WITH HIM…. AMEN

My life story,,, before I met JeSuS..


My life story,,, before I met JeSuS.. saya anak pertama dari 3 bersaudara, yang paling saya ingat saya pernah buat komitmen ‘bodoh’ kalau suda lulus sekolah atau dewasa nanti I want to leave home and go far from home,,hahaha… a stupid commitmen I ever made. Now, tinggalin rumah sehariii aja rasanya gak bisaa...rinduuu kayak seminggu hahha…. Puji nama Tuhan, Tuhan Yesus ubahkan hatiku dan commitmenku juga :p… duluuu saya tuh sensitive, pemarah, tukang merajuk, egois…sukaaa menyimpan amarah, pendendam… apalagi ketika suatu peristiwa yang mengakibatkan mamaku cacat seumur hidup, gak mudah lewati itu semua apalagi saat itu mamaku bilang ini semua gara-gara kamu yang gak mau menolong ortu, gak mau membantu mama…waduuu sakiiitlah rasanya dengar kata2 itu…sampai2 saya berpikir saya tidak dikasihi oleh ortu lagi L
Gelappp rasanya kehidupanku saat itu, benar2 kesepian karena papa harus membawa mama berobat ke tempat-tempat yang jauh, tinggalkan rumah untuk waktu berbulan-bulan. Saya ditinggalkan bersama Kong dan Omaku… semua harus dilakukan sendiri..disitu saya merasa Tuhan itu gak ada, benar-benar gak ada di pikiranku kalo Tuhan itu ada.
Saya spent a lot of time with my classmate, kami juga sama. Sama-sama gak menikmati kasih ortu saat-saat itu. Duluu hp masih mahaall n belum semua orang punya.,, jadi papaku gak bisa hubungi aku, tanyain kabar dan keadaanku,,, aku jadi berpikir kalo keadaannya saat ini dimana2 hp udah kayak kacang goreng…tentu saja saya bisa merasakan bahwa ortu saya care a lot to me J… oh ya temenku itu papa dan mamanya hardworker hehe kerja dari pagi sampe sore’an..jadi pulang sekolah kami sama2 menghabiskan waktu, pokoknya ugal-ugalan naek sepeda, curi jagung di kebun punya orang, habisin duit ortu temenku itu..banyaak deh hal2 kacau lainnya… yahh semua itu dilakukan untuk menghabiskan waktu agar tidak merasa sepi dan sendiri saja…
Sampai suatu saat kami bermusuhan, marah2, berantem2…pokoknya makiinn sakiit rasanya saat itu,,,benar2 apes…pasrah dgn keadaan…crying a lot becos that moment. And finally my mom finished her treatment and will stay at home,, oh iya ada banyak ritual2 aneh dan gak masuk akal dilakuin…mulai dari pake pawang penjaga rumah sampe pake pawang hujan haha :p,, mulai dari pel lantai pake minyak tanah, sembur2 setiap sudut rumah,, sampe pake orang pintar segala…dan pada akhirnya aku tau ortuku pergi berobat ke orang pintar yang gak percaya Tuhan Yesus…abiiis-abisan dah…Tuhan menguji kami terutama papa dan mama mau sampai berapa lama mereka bertahan untuk datang pada manusia daripada datang kepada Tuhan sendiri.. gak ada yang benar, gak ada hasil kesembuhan apapun, yang ada justru kami hampir menjual rumah kami ini gara2 kami mengklaim bahwa rumah ini sudah tidak layak untuk dihuni dan kami mungkin mengalami hal2 yang aneh2.,, mungkin pada waktu itu rumah kami menjadi sarang ‘makhluk2 halus’ peliharaan tetangga kami yang asli biang santet berkedok guru Tk…hmmm .. singkat cerita ortu saya capekkk dgn semua ritual pengobatan ala orang pinter itu, karena gak ada damai sejahtera selama kami menggantung harapan kesembuhan mama pada ‘tukang obat’… aku merasa paling banyak ditinggal di rumah, kena marah, saya masih ingat saya pernah ditampar oleh mama, seumur-umur hidup saya…maraaaah, kecewaaa, sedih n benciii jadi satu. Tapi gak bisa berbuat apa2. Pokoknya kebencian saya hari demi hari tumbuh ke mama dan papa. Pokoknya hubungan kami renggang…
Sampai akhirnya papa dan mama benar2  STOP bergantung sama ‘tukang obat’ ‘ dan apalah namanya…karena GAK ADA HASIL…Nihil melompong…ngabisin duit, tenaga, waktu berbulan2  tanpa ada tanda-tanda pemulihan. Dan akhirnya mereka benar2 PASRAH ke Tuhan. Tuhan mau atur seperti apa pun mereka benar2 berserah…. Jadi mulailah kami kembali bersama2 kembali ke aktifitas normal. Aku mulai di disiplinkan pulang sekolah tidak boleh keluar rumah, harus tidur siang dan benar2 stay at home.  GAK MENYENANGKAN TAPI I FEEL LOVED AND SECURED becos I’m really in home karena ada papa dan mama dan kami sekeluarga kumpul lengkap J rumah benar2 terasa karena ada penghuninya…hehe
Ehhm baru ingat terakhir yang aku tau peristiwa yang menimpa ‘tetanggaku tukang santet keluargaku’ rumahnya dilempar batu,, dia kedapatan terang2an diserang oleh pasangan selingkuhnya ‘tragisss yah apa yang menimpanya pada akhirnya, dia dan anak2nya terpaksa ‘keluar dari rumah itu’ hmmm Tuhan Yesus luarrr biasa…you see akhirnya siapa yang terdepak keluar dari rumahnya sendiri…ya iyalah barangsiapa menabur jahat ia akan menuai bencana….hebat Tuhan Yesusku ia membalik keadaan itu tepat pada waktuNya… sebenarnya kami yang benar2 berniat menjual rumah karena kami merasa tidak aman diteror dengan ‘peliharaan makhluk2 halus’ tetanggaku, rumah yang dibangun dengan penuh perjuangan dan kerja keras papa…tapi saat itu untuk kesembuhan mama dan rasa aman kami berniat jual rumah dan pindah. Tapi pada akhirnya Tuhan sendirilah mendepak musuh kami dengan kekalahan telak dan kehancuran yg luar biasa. Hebat Allahku, Ia yang berpekara dan mengusir ‘penjajah’ kami,, halleluyah puji nama Tuhan!! Jadi kurang lebih selama 13 tahun setelah mereka pindah kami merasakan rasa aman yang teramat besar yang Tuhan sediakan… kami betah dan kerasan tinggal di rumah ini, rumah yang hampir kami tinggalkan tetapi Tuhan membuat kami harus tinggal di rumah ini sampai hari ini, dan di rumah ini kami dibentuk, ditempa dan diuji prosesnya gak gampang. Tetapi berkat-berkat Tuhan yang mengalir atas kami sangat dan teramat besar… rumah kami menjadi mezbah doa, rumah kami terbuka dan menerima dengan tangan terbuka setiap orang yang butuh pertolongan, ingin dihibur, sukacita mengalir bagi kami sekeluarga,, yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Tuhan menyediakan untuk kami. Oh Halleluyah…
Nahh…sejak peristiwa yang menimpa keluarga kami, kami dibentuk jadi pribadi2 yang takut akan Tuhan, sampai detik ini saya lihat mama saya tidak pernah absen dari saat teduhnya bersama Tuhan, kadang sampai malam’an she’s talking with God,, atau subuh she’s already and standby worshipping… What a blessed Mommy that I have…

Senin, 07 Mei 2012

Rick Warren Say's....


Rick Warren mengatakan:
Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup?
Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga.
Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya. Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan tahun dalam kekekalan.
Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk yang sesungguhnya. Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan.
Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan. Dan tidak perduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan.
Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu. Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (self-centeredness) , masalahku, urusanku, sakitku.

Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama. Kami dengan cepat menemukan bahwa walaupun didoakan oleh ratusan ribu orang, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau meringankan penderitaannya. Keadaan sangat sulit untuk dia, tapi Allah sudah memperkuat karakternya, memberinya pelayanan menolong orang lain, memberinya sebuah kesaksian, menarik dia lebih dekat lagi kepada Allah dan kepada sesama. Engkau harus belajar untuk berhadapan dengan hal yang baik maupun yang buruk dalam hidup.
Sebenarnya, terkadang berurusan dengan yang baik bisa lebih sulit. Sebagai contoh, dalam setahun terakhir ini, secara begitu tiba-tiba, ketika sebuah buku terjual 15 juta buah, hal itu membuat saya langsung sangat kaya. Itu juga membawa banyak kepopuleran yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya pikir Allah tidak memberimu uang ataupun kepopuleran untuk ego dirimu sendiri atau untuk engkau hidup enak-enakan. Jadi saya mulai bertanya kepada Allah apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan dengan uang, kepopuleran, dan pengaruh ini.
Dia memberiku 2 ayat yang berbeda yang menolong saya menentukan apa yang harus dilakukan, 2 Korintus 9 dan Mazmur 72.
Pertama, meskipun ada begitu banyak uang yang kami terima, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak melakukan pembelian besar apapun.
Kedua, mulai sekitar tengah tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja.
Ketiga, kami mendirikan yayasan-yayasan untuk mendanai sebuah inisiatif yang kami sebut The Peace Plan: untuk mendirikan gereja, memperlengkapi pemimpin-pemimpin, menolong orang miskin, merawat yang sakit, dan mendidik generasi masa depan.
Keempat, saya menjumlahkan semua yang telah gereja bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikan semuanya. Terasa sangat membebaskan untuk bisa melayani Allah secara cuma-cuma. Kita harus bertanya pada diri kita: Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas? Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme? Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya? 
Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi. Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan. 
Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan. Karena itulah kita disebut human beings, bukan human doings.
Dalam masa-masa yang menyenangkan, PUJI TUHAN. Dalam masa-masa sulit, CARI TUHAN. Dalam masa-masa tenang, SEMBAH TUHAN.. Dalam masa-masa yang menyakitkan, PERCAYAI TUHAN. Setiap saat, BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN.
"Faith Sees The Invisible, Believes The Incredible, and Receives The Impossible" "Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya" (Mzm 139:14) "
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir"
(Pengkotbah 3:11) "Ad Maiorem Dei Gloriam

 Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah. Alasan untuk ini adalah: Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan/kenyamanan hidupmu.. Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu suci daripada membuat hidupmu senang. Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu bukanlah tujuan dari hidup. Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus.
Setahun terakhir ini telah menjadi tahun yang paling hebat dalam hidup saya tapi juga tahun yang paling sulit, dengan istri saya, Kay, terkena kanker. Dulu saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah bukit dan lembah suatu saat kamu melalui masa-masa gelap, kemudian kamu naik ke puncak, bolak-balik seperti itu. Saya tidak percaya itu lagi.  Hidup bukannya dalam bentuk bukit dan lembah, sekarang saya percaya bahwa hidup adalah seperti 2 rel di rel kereta api, dan pada setiap waktu kamu mengalami sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk dalam hidupmu.